Sunday, June 1, 2008

meraikan kedatangan hujan..=)

salamu’alaik ya nuha..


semalam kitorang pegi Udupi (pekan yang dekat dengan Manipal.)..saje jalan2 sambil melengkapkan koleksi saree yang nak dikirim ke Malaysia sekali gus shopping untuk baju raya.(persiapan awallah katakan.).hoho..buat pengetahuan korang,saree kat India nih,lagi lawa dan murah dari kat Malaysia.





Kitorang shopping adalah paling kurang 3 pasang sorang..hoho..ana(liyana) yang beli paling banyak..nak kirim kat mak cik2 katanya..kitorang senyum jela..


Lepas beli saree,pegi beli gelang pulak..haih,bebudak ni,memang nak beraya sakan nampaknya..heheh..sampai dekat 70 ringgit..macam2 warna ada.nak match ngan bajula katakan..



Seterusnya , baru pegi beli rain coat..ha,tu yang nak cerita kat sini..heheh..

Waktu kat kedai tu,sambil kitorang pilih rain coat tu,kitorang pun ushala makcik2 beli payung..ramai gile..mungkin semua orang dah notice yang musim hujan dah nak sampai..hoho..tu yang izzah cakap ngan fatin,diorang ni nak meraikan hujan..fatin cakap,





“bukan meraikanla,persediaanla..perlu kot* payung tu ”



Ha,jangan tak tahu.hujan kat Manipal ni dahsyat dari hujan kat Malaysia..hujan dahla lebat giler..sangat lebat..xtipu..kalau on the way gi kelas,seluar tu basah sampai atas lutut..yela izzah taula izzah xberapa tinggi,tapi memang orang lain pun basah sampai atas lutut!!

Hujan kat sini turun dengan amaran,2-3 titik,terus lebat..kalau waktu hujan rintik2 yang kejap tu,xbukak payung atau cari tempat nak berteduh ,readyla untuk basah kuyup kejap lagi..
Hmm..hujan..hujan..macam mana ek hujan terbentuk?dulu,macam dah pernak belajar..tapi dah lupe..cari2 dalam internet, jumpa artikel ni.,so,moh kiter belajar macam mana hujan terbentuk..=)


Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang
dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan
tahap-tahap pembentukan hujan..
Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga
tahap. Pertama, "bahan baku" hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk.
Akhirnya,
curahan hujan terlihat.


Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an
berabad-abad yang
lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai
pembentukan hujan,

"Dialah Allah Yang
mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan
Allah
membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya
bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya;
maka,
apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya,
tiba-tiba
mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)

mula-mula butiran-butiran air yang dilepaskan ke udara.
Ini adalah
tahap pertama dalam proses pembentukan hujan. Setelah itu,
butiran-butiran air
dalam awan yang baru saja terbentuk akan melayang di
udara untuk kemudian
menebal, menjadi jenuh, dan turun sebagai hujan.
Seluruh tahapan ini disebutkan
dalam Al Qur'an.

Kini, mari kita
amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

TAHAP KE-1: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."

Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang
dibentuk dengan
pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan
partikel-partikel air
tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang
kaya dengan garam, lalu
dibawa oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfera.
Partikel-partikel ini, yang
disebut aerosol, membentuk awan dengan
mengumpulkan wap air di sekelilingnya,
yang naik lagi dari laut, sebagai
titik-titik kecil dengan mekanisme yang
disebut "perangkap air".

TAHAP KE-2: “...lalu angin itu menggerakkan awan dan
Allah membentangkannya
di langit

menurut yang
dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."
Awan-awan terbentuk
dari wap air yang mengembun di sekeliling butir-butir
garam atau
partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini
sangat kecil
(dengan diameter antara 0.01 dan 0.02 mm), awan-awan itu
bergantungan di
udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan
awan-awan.

TAHAP KE-3: "...lalu kamu lihat air hujan keluar
dari
celah-celahnya..."

Partikel-partikel air yang
mengelilingi butir-butir garam dan partikel
-partikel debu itu mengental
(condensation) dan membentuk air hujan. Jadi, air
hujan ini, yang menjadi
lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai
jatuh ke tanah
sebagai hujan.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam
ayat-ayat Al-Qur’an.
Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan
yang benar. Sebagaimana
fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi
Al-Qur’anlah yang menyediakan
penjelasan yang paling benar mengenai fenomena
ini dan juga telah mengumumkan
fakta-fakta ini kepada orang-orang pada
ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu
pengetahuan.

Dalam sebuah
ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:


"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian
mengumpulkan
antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya
bertindih-tindih, maka
kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya
dan Allah (juga) menurunkan
(butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari
(gumpalan- gumpalan awan seperti)
gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya
(butiran-butiran) ais itu kepada siapa yang
dikehendaki-Nya dan
dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan
kilat awan itu
hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an,
24:43)

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan
yang
mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan.
Terbentuknya awan
hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui
sistem dan tahapan
tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus,
sejenis awan hujan, adalah
sebagai berikut:

TAHAP - 1, Pergerakan
awan oleh angin:

Awan-awan dibawa, dengan kata lain,
ditiup oleh angin.

TAHAP - 2, Pembentukan awan yang lebih besar:

Kemudian awan-awan kecil
(awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan
yang
lebih besar.

TAHAP - 3, Pembentukan awan yang bertumpang
tindih:

Ketika awan-awan kecil
saling bertemu dan bergabung membentuk awan
yang lebih besar, gerakan udara
vertikal ke atas terjadi di dalamnya
meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih
kuat di bagian tengah
dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini
menyebabkan gumpalan awan
tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling
bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan
besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfera yang bersuhu lebih
dingin, di mana butiran-butiran air dan ais mulai terbentuk dan tumbuh semakin
membesar. Ketika butiran air dan ais ini telah menjadi berat sehingga tak lagi
mampu ditampung oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan
jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb
. (Anthes, Richard A.; John J.
Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere,
s.
269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s.
141-142)

Kita harus ingat bahawa para ahli meteorologi hanya
baru-baru ini saja
mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara
terperinci, beserta bentuk
dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan
mutakhir seperti pesawat terbang,
satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas
bahwa Allah telah memberitahu kita suatu
informasi yang tak mungkin dapat
diketahui 1400 tahun yang lalu.


Okai..nampaknya semua dah tahu,macam mana awan terbentuk..nanti lepas ni,bolehla sambil tengok hujan turun , kite bincang ngan kawan2 kiter macam mana hujan terbentuk..=)

Sesungguhnya bukti kebesaran Allah ada dimana jua..subhanallah..=D

4 comments:

Najwa Aima said...

erm..mcm pernah belajar..geografi eh.. hehe. nice info,then. :)

izzah said...

tula..dah lame sangat,lupe dah..=p

insya'Allah lepas ni ingat balik.

hilmi falih said...

betul la dalam geog... huhu.. bagus izzah..ramai org tak tau pembentukan hujan ada dalam quran..

izzah said...

insya'Allah.ilmu yang ada kenala share dengan orang lain..kan sharing is caring..=D